Showing posts with label Movies with 2 1/2 stars. Show all posts
Showing posts with label Movies with 2 1/2 stars. Show all posts

Tuesday, February 17, 2009

Watch 40 Movies in 80 Days : Movies#12- Curious Case of Benjamin Button


Waktu pertama kali ngeliat poster film ini gue suka posternya… Judul filmnya dibuat dengan terbalik dengan menggunakan huruf cermin, menurut gue ini profokati f dan cukup membangkitkan rasa penasaran. But setelah gue nonton I must say gue cukup kecewa dengan apa yang gue liat hasilnya dibawah ekspektasi gue ( Atau ekspektasi gue yang udah terlalu tinggi?)

Bercerita tentag Benjamin(Bratt Pitt)seorang anak yang memiliki kelainan metabolisme tubuh dan terlahir dengan keadaan fisik seperti orang tua, namun seiring bertambahnya usia Benjamin justru semakin muda fisiknya, ketika dia beranjak remaja ia memutuskan untuk pergi bertualang, disini lah semuanya terjadi dia bertemu orang-orang yang merubah hidupnya, kapten kapal tempat dia bekerja, rekan – rekan sejawatnya di kapal, cinta masa kanak-kanak nya sampai dengan ayah kandungnya.

What I thought about this movie

Seperti yang gue bilang diatas nonton Curious Case of Benjamin Button ini gue nggak ngerasain sesuatu yang special. Plotnya sederhana dan cenderung datar, nggak ada “punchline” yang bener-bener mengena dan berkesan meski Acting para pemainnya tidak jelek, dan cukup meyakinkan tapi kayaknya itu semua sulit buat membuat film ini jadi lebih menarik karena ide awalnya sendiri memang sulit untuk dikembangkan(one of my friends said “berasa kayak nonton forrest gump gak sih?, cumin beda set sama waktunya aja”) setelah gue piker-pikir gue setuju sama temen gue ini, ceritannya memang tentang pembelajaran dan penemuan diri , bagaimana dia selalu berusaha berpikir seperti penampilannya yang terbalik dimana dia semakin lama semakin muda dan bukan sebaliknya, dan tentang orang- orang disekitarnya yang merubah dan berubah hidupnya setelah bertemu dengan Benjamin, bahkan bagaimana Benjamin mendedikasikan hidupnya kepada Daissy(Cate Blanchett) really sounds like Forrest and Jenny eh?. Curious Case of Benjamin Button sama sekali bukan film jelek but just like what Benjamin said to daisy: “we meet right in the middle”, the story just also can stand just right in the middle…

Rate:




12 Movies down 28 to go
Days 33/80

Thursday, January 15, 2009

Watch 40 Movies in 80 Days : Movie#1 – Bed Time Stories

Bed Time Stories - Another Disney's Guilty Pleasure


Benernya gue udah ngerencanain bikin review film yang lain buat 1st review gue disini. Tapi hari minggu kemaren gue sempet nonton Bed Time Stories, So ya udah sekalian reviewnya....

From zero to hero

Bed Time Stories, Seperti film disney pada umumnya ditunjukan sebagai fil keluarga. Masih menggunakan 2 Formula "Oldie But Goldie" andalan Khas film - film Disney : "Dreams Do Come True" and " Everything will end happilly ever after"
Film ini bercerita tentang Marty Bronson mengelola sebuah motel bersama kedua anaknya wendt dan skeeter. Sayangnya Marty tidak memiliki "sense of business" sehingga harus menjual Hotelnya kepada developer hotel ambisius dan Clean freak Barry Nottingham.
Marty berharap bahwa anaknya skeeter akan menjadi pengelola hotelnya, namun bertahun - tahun kemudian skeeter(Sandler) bekerja di hotel tersebut hanya sebagai teknisi. Jadi ketika kakaknya Wendy (Courney Cox) meminta dia menjadi pengasuh bagi kedua anaknya selama seminggu ketika dia harus keluar kota, Skeeter melampiaskan unek-unek akan nasibnya melalu cerita sebelum tidur kepada para keponakannya. Dia memakai perumpamaan mulai dari Yunani kuno, koboi sampai ala Starwars, namun ketika "Cerita tambahan " yang ditambahkan oleh para keponakannya benar- benar terjadi di kehidupan nyata, Skeeter menganggap mereka adalah cara untuk menuju ke sukses instan dan mencapai apa yang dia inginkan , yaitu menjadi pengelola hotel yang baru dan mendapatkan hati cewek model yang super bitchy anak dari barry nottingham. Namun ternyata harga dari kesuksesannya adalah penggusuran atas sekolah dari para keponakannya dan membuat Jill(Keri Russell) guru yang memebantu Skeeters Mengasuh kedua keponakannya kehilangan pekerjaan. So Skeeters need brings his storytime heroics into the real world...

Oldie but Goldie

Adam Sandler sendiri bermain sebagai karakter persis seperti dia memerankan Sony kouvac di Big Daddy, orang dewasa yang slengean, cenderung gak bertanggung jawab, anti sosial, pemalas namun digambarkan meiliki hati yang tulus. Karakter khas yang selalu bisa diperankan Sandler dengan baik dengan jokedan mimik khasnya.Namun terlepas dari itu semua dari sisi akting kualitas adam sandler bisa dibilang biasa saja klo gak mau dibilang buruk di film ini. Kenapa? Karena dia hanya bermain sebagai karakter yang itu-itu saja di hampir disemua filmnya..Tidak ada pengeksplorasian karakter lain, so kita akan menemukan Sandler yang sama seperti yang kita temukan di Wedding Singer, Mr Deeds, Big Daddy, Click Sampe Zohan!( get out from your convert zone Sandler!), Acting actor dan aktris pendukung lainnya juga tidak punya acting yang lebih baik (meski tidak jelek) semuanya cenderung datar dan biasa aja.
Ending filmnya sendiri pun so predictable. Gue Cukup yakin hampir sebagian besar dari kita udah bisa nebak gimana akhir dari film ini, relatif gak ada kejutan di akhirnya... sangat2 disney trademark ending bisa dibilang. Tapi yah itu meski acting para pemainnya hanya berkualitas rata-rata dan ending nya sangat predictable itu-itu saja. Sekali lagi Disney membuktikan bahwa formula ajaib mereka never fail, mereka membuktikan bahwa dengan sedikit imajinasi khas Disney disana – sini sebuat plot line berumur puluhan tahun bisa dibuat ke berlusin-lusin Film dan scenario dan tetap bisa menghibur para penonton dan mendatangkan keuntungan.

What I thought about this movie

Menurut gue film ini gak ada beda sama enchanted. Formulanya pada dasarnya sama cuman ditambah sedikit bumbu disana – sini, Voila! Bed Time Stories jadi. Gue Kategoriin film ini sebagai “guilty pleasure” buat gue, soalnya meski nothing special about the plot, acting and the ending gue masih aja mau dan gak keberatan nonton film- film kayak gini! Yeah, Disney Jarang banget fail dalam ngeramu “Dreams Do comes true dan Happily Ever After formula”, Selalu ada perasaan seneng kalo nonton film-film model begini, dan sometimes its gives us hopes buat berharap dapet hidup yang lebih baik.
Jangan pernah berharap disuguhi sebuah film memukau caliber Oscar atau golden globe waktu menonton film ini. Meski film ini lebih cocok buat anak-anak ,but asal kita bisa menerima konsep formula emas Disney kita akan merasa enjoy menonton film ini dan film-film sejenis ini selanjutnya akan selalu menarik pantat kita buat duduk dibioskop buat nonton..

Rate :




1 Movie Down 39 to go
Day : 1/ 80